Ticker

6/recent/ticker-posts

Masuki Era DTSEN, Dinas Sosial Kota Pariaman Tingkatkan Kualitas Pengisi Data Lewat Bimtek Aplikasi SIKS-NG

 



PARIAMAN — Sistem tata kelola basis data kemiskinan di Indonesia telah resmi bertransformasi secara masif. Menjawab perubahan sistem perlindungan sosial nasional, Dinas Sosial Kota Pariaman bergerak cepat dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) di Aula Kantor Bersama Kota Pariaman pada Selasa, 12 Mei 2026.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh komponen lengkap pengawal data sosial daerah: 71 orang pengisi data dari desa dan kelurahan, jajaran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kota Pariaman, serta 4 orang Tim Pemantau Kecamatan. Langkah ini diambil demi meng-upgrade kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar selaras dengan ketatnya sistem digitalisasi pusat.

Mengenal DTSEN: Sistem Basis Data Baru Pengganti DTKS


Perlu dipahami bersama bahwa saat ini pemerintah pusat telah menghapus sistem DTKS lama dan menggantinya dengan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

Informasi Terbaru Mengenai DTSEN:

Berbeda dengan DTKS yang bergerak sebagai basis data terpisah, DTSEN merupakan ekosistem data yang jauh lebih komprehensif. DTSEN menggabungkan data DTKS terdahulu, data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari BPS, serta data P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem).

Di dalam DTSEN, status kesejahteraan masyarakat langsung dikelompokkan berdasarkan Skala Desil (Desil 1 hingga 10), di mana Desil 1-4 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial (seperti PKH dan BPNT). Sistem ini langsung memadukan NIK dengan Dukcapil secara digital, menjadikannya rujukan tunggal lintas kementerian dan lembaga.

Seiring transisinya, tidak ada lagi istilah mekanis pemutakhiran data massal atau perbaikan periodik seperti dulu. Data pada DTSEN dituntut untuk bersih, akurat, dan valid sejak pertama kali diinput. Fase perbaikan berkala di belakang sistem sudah ditiadakan, sehingga jika terjadi kesalahan input di hulu, data akan otomatis tertolak oleh sistem elektronik nasional.

Fokus Utama: Peningkatan Kualitas Pengisi Data, TKSK, dan Pemantau

Karena hilangnya fase pemutakhiran periodik pasca-input tersebut, kualitas dari para pengisi data, TKSK, dan tim pemantau menjadi penentu mutlak. Mereka harus memiliki ketelitian tingkat tinggi agar tidak terjadi lagi fenomena salah sasaran.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, Rozi Kosmady, S.I.Kom, dalam pengarahannya menegaskan pentingnya perubahan pola pikir instrumen kerja di lapangan.

"Di bawah payung DTSEN, kita tidak bisa lagi santai dan berpikir 'nanti datanya bisa diperbaiki saat pemutakhiran bulan depan'. Mekanisme itu sudah tidak ada. Sekali salah input, hak bantuan masyarakat taruhannya. Di sinilah pentingnya Bimtek ini, kita melakukan peningkatan kualitas kapabilitas pengisi data, didampingi TKSK, dan diawasi ketat oleh 4 Pemantau Kecamatan agar data dari Pariaman memiliki kualitas zero-error," tegas Rozi.

Kupas Tuntas Praktik Variabel Bersama BPS Pariaman


Untuk membentuk pengisi data yang berkualitas dan presisi, Dinsos Pariaman menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman selaku instansi pembina data makro.

Materi teknis dibawakan langsung oleh Kepala BPS Pariaman, Riqadli, S.Si, MM, bersama Statistisi Ahli Muda, Gianti Purnamasari, S.Si. Selaras dengan ketatnya validasi DTSEN, pemaparan dari BPS sepenuhnya menitikberatkan pada praktik langsung pengisian variabel data.

Sebanyak 71 pengisi data beserta TKSK dilatih secara intensif melingkupi beberapa poin praktik:

  1. Praktik Variabel Karakteristik Hunian: Mengisi kriteria komponen fisik bangunan (atap, dinding, lantai) berdasarkan indikator baku objektif, bukan berdasarkan asumsi visual subjektif pengisi data.

  2. Praktik Variabel Sosial Ekonomi: Teknik melakukan wawancara mendalam guna menggali aset tersembunyi, fasilitas sanitasi, dan pendapatan riil rumah tangga agar klasifikasi Desil pada DTSEN nantinya akurat.

  3. Simulasi Input Aplikasi SIKS-NG: Menghindari kekeliruan pengisian kode variabel pada aplikasi yang berpotensi memicu kegagalan pemadanan sistem otomatis pada server pusat.

Peran 4 Pemantau Kecamatan pun dipertegas dalam sesi ini untuk mengawal kepatuhan para pengisi data agar tetap berpegang pada SOP pengisian variabel yang telah dilatih.

Melalui peningkatan kualitas instrumen pengisi data yang mumpuni serta sinergi pengawasan yang ketat, Dinas Sosial Kota Pariaman optimis mampu menyajikan data perlindungan sosial yang bersih, transparan, dan akuntabel dalam ekosistem DTSEN, demi mewujudkan Kota Pariaman yang sejahtera Sabiduak Sadayuang





Posting Komentar

0 Komentar